Nunchaku
Er Jie Gun : 二節棍
Nunchaku : 双節棍
Shuang Jie Gun : 兩節棍
Berasal dari kepulauan Ryukyu sejak sekitar tahun 400-200SM. Yaitu sejak zaman migrasi 36 kepala keluarga dari Daratan China ke Kumemura (Kuninda) 久 米 村, Okinawan, Yang merupakan pusat budaya dan pembelajaran pada zaman Kerajaan Ryukyu.
Pada awalnya, Nunchaku merupakan alat pertanian yg dipergunakan untuk merontokkan biji-bijian seperti pada Padi dan Kacang kedelai.
Pada masa pelarangan senjata dalam masa pemerintahan Dinasti Sho pada kerajaan Ryukyu, penggunaan alat-alat pertanian dijadikan sebagai alternatif sarana alat membela/mempertahankan diri dan makin diberdayakan, Terlebih pada masa pendudukan clan Satsuma (Golongan samurai dengan background aliran Jigen-ryu).
Jigen-ryū 示現流 (Secara harafiah artinya: kenyataan yang terungkap) Jigen Ryu adalah perguruan beladiri tradisional (koryū) Jepang yang didirikan pada akhir abad ke-16 oleh Togo Chui (1561-1643) di Provinsi Satsuma, sekarang bernama Prefektur Kagoshima, Kyushu, Jepang. Dan saat ini perguruan ini berpusat hanya pada seni berpedang.
Seiring dengan berjalanya waktu dan perkembangan zaman penggunaanyapun yang berubah dan hingga bentuknyapun mulai berubah menyesuaikan.
Adapun Perbedaan bentuk nunchaku tradisional Ryukyu dengan Nunchaku Tradisional China adalah pada bilahnya, yaitu pada Ryukyu dengan bilah berbentuk octagon maupun hexagon dan pada China memiliki bilah silinder. Umumnya bilah nunchaku masa tradisional dibuat dari Kayu yg keras dan menggunakan konektor berupa rantai.
Nunchaku mulai menyebar ke wilayah-wilayah terdekat dari kepulauan Ryukyu seperti daerah Asia Tenggara seperti Daerah Filipina (selatan dari Ryukyu & Taiwan) dan dikenal dengan sebutan Tabak-Toyok, dan menyebar pula ke Jepang namun tetap menggunakan istilah yang sama yakni Nunchaku.
Untuk penggunaan di Indonesia, khususnya sekitar pulau Jawa, nunchaku dikenal dengan istilah Ruyung atau Doublestick.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar